Minggu, 18 Januari 2009

BEI terapkan Batas Auto Rejection baru

Jakarta - Perusahaan yang mencatatkan dan memperdagangkan sahamnya untuk pertama kalinya di lantai bursa (listing) akan memperoleh penetapan batas penolakan otomatis (auto rejection) dua kali lipat dari batas yang ditetapkan pada saham-saham yang sudah tercatat sebelumnya.

"Penerapan Auto Rejection untuk perdagangan saham hasil penawaran umum yang pertama kalinya diperdagangkan di Bursa ditetapkan sebesar 2 kali dari presentase batasan Auto Rejection," ujar Corporate Secretary Bursa Efek Indonesia (BEI), Friderica Widyasari Dewi dalam siaran persnya, Minggu (18/1/2009).

Sebagaimana telah diberitakan detikFinance sebelumnya, BEI berencana menetapkan pembatasan Auto Rejection baru mulai Senin (19/1/2009). Penerapan batas Auto Rejection baru tersebut berlaku dengan parameter baru, yakni penetapan klasifikasi saham dengan batas Auto Rejection yang berbeda-beda.

Klasifikasi tersebut sebagai berikut:
  1. Harga penawaran jual atau beli lebih rendah dari Rp 50 akan ditolak secara otomatis oleh Jakarta Automatic Trading System (JATS).
  2. Harga penawaran jual atau beli dalam rentang harga Rp 50 hingga Rp 200 memiliki batas Auto Rejection simetris sebesar 35%.
  3. Harga penawaran jual atau beli dalam rentang harga Rp 200 hingga Rp 5.000 memiliki batas Auto Rejection simetris sebesar 25%.
  4. Harga penawaran jual atau beli di atas harga Rp 5.000 memiliki batas Auto Rejection simetris sebesar 20%.


"Persentase batasan Auto Rejection untuk saham perdana sebesar dua kali dari masing-masing klasifikasi di atas," jelas Friderica.


Ia juga menjelaskan, untuk perusahaan tercatat yang melakukan tindakan korporasi, maka selama 3 hari bursa berturut-turut setelah berakhirnya perdagangan saham yang memuat hak (periode cum) di Pasar Reguler, acuan harga di atas menggunakan pada hari bursa sebelumnya (previous price) dari masing-masing pasar.

Sementara acuan harga yang digunakan untuk pembatasan harga penawaran tertinggi atau terendah di Pasar Reguler dan Pasar Tunai atas saham yang dimasukkan ke JATS ditentukan dengan menggunakan harga pembukaan (opening price) yang terbentuk pada sesi Pra-pembukaan dan menggunakan harga penutupan di Pasar Reguler pada hari bursa sebelumnya (prevoius price) apabila opening price tidak terbentuk.(dro/dro)


Sumber : detik finance

Read More...

Selasa, 13 Januari 2009

Prinsip Hidup Sederhana Warren Buffet

buffet, warren bufet, waren buffett, warrent, bufett, Kali ini, lagi-lagi saya memposting artikel mengenai Warren Buffet. Tapi kali ini kita akan belajar prinsip kesederhanaanya yang mengantarkanya menjadi orang terkaya no 1 di dunia. Marilah kita ikuti beberapa aspek yang menarik dalam hidupnya

1. Pertama kali dia membeli saham investasi pada usia 11 tahun dan dia katakan itu sudah terlambat !
Ajarkanlah anak – anak anda berinvestasi sejak dini.

2. Dia membeli sebuah ladang kecil pada usia 14 tahun dari hasil mengantar koran
Sesuatu bisa dibeli dengan sedikit tabungan
Ajarkanlah anak – anak anda untuk memulai sebuah bisnis.

3. Dia tetap tinggal dirumahnya yang kecil berkamar tiga yang ia tempati sejak menikah 50 tahun yll. Dia katakan : saya memiliki segalanya dirumah ini.
Jangan membeli sesuatu yang tidak benar – benar anda butuhkan, dan ajarkanlah anak anda berpikir demikian.

4. Dia menyetir sendiri mobilnya kemana saja dia ingin pergi dan dia tidak membutuhkan sopir pribadi maupun bodyguard
Jadilah dirimu sendiri

5. Dia tidak pernah mengendarai jet pribadinya, meskipun ia memiliki perusahaan jet terbesar didunia.
Selalu berpikirlah cukup dengan apa yang kau miliki

6. Perusahaannya, Berkshire Hathaway, memiliki 63 anak perusahaan. Dia hanya menulis 1 surat tiap tahun untuk para CEOnya , memberikan mereka target tahun tsb. Dia tidak pernah mengadakan rapat atau memanggil mereka .
Letakkankan orang yang tepat pada posisinya.

7. Dia hanya membuat 2 peraturan untuk CEOnya
Peraturanya adalah :

  1. Jangan habiskan uang pemegang saham
  2. Jangan lupa peraturan no.1
Buatlah suatu target dan buat mereka fokus dengan target tersebut.

8. Dia tidak memiliki pergaulan kelas atas. Dia menghabiskan waktunya makan popcorn dan menonton TV dirumah.
Jangan mencoba untuk pamer, jadilah diri sendiri
9. Warren Buffet tidak membawa handphone dan tidak memiliki komputer dimejanya.

10. Bill Gates, orang terkaya no.1 5 tahun yang lalu mengadakan janji temu dengan Warren Buffet.Dia merancang pertemuan untuk 30 menit saja, tapi dia menghabiskan 10 jam untuk belajar menjadi seperti Warren Buffet

11. Nasehatnya untuk anak – anak muda:
"Jauhkan dirimu dari pinjaman bank atau kartu kredit dan berivestasilah dengan apa yang kau miliki serta ingat :
Uang tidak menciptakan manusia, manusialah yang menciptakan uang.
Hiduplah sederhana sebagaimana dirimu sendiri.
Jangan melakukan apapun yang dikatakan orang, dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik saja.Jangan memakai merk, pakailah yang benar – benar nyaman untukmu.
Jangan habiskan uang untuk hal – hal yang tidak benar – benar penting.
Jika itu telah berhasil dalam hidupmu, berbagilah dan ajarkanlah

"Orang yang berbahagia bukanlah orang yang hebat dalam segala hal, tapi orang yang bisa menemukan hal sederhana dalam hidupnya".

Read More...

Rabu, 07 Januari 2009

Tercekik Krisis, Orang Terkaya di Jerman Bunuh Diri

adolf, mecekle, investasi saham, bankrupt, money, investment, crisis
Salah satu orang terkaya di Jerman, Adolf Merckle yang menduduki peringkat ke-94
versi majalah Forbes bunuh diri dengan menabrakan badannya ke kereta api Blaubeuren, baratdaya Jerman. Kabarnya, Merckle sudah tidak mampu lagi menghadapi krisis finansial yang menerpanya ditambah lagi kerugian besarnya pada kepemilikan saham di produsen otomotif terbesar Jerman yakni Volkswagen. Merckle memiliki 100.000 karyawan di seluruh dunia. Dimana bisnis utamanya adalah Phoenix Pharmahandel, pengecer obat-obatan terbesar di Jerman dan kedua di Eropa dengan penjualan tahunan sebesar 21,6 miliar euro atau Rp316,7 triliun.

Selain itu, Merckle juga produsen semen terbesar di Jerman melalui HeidelbergCement ( Salah satu pemilik Indocement Tunggal Prakasa/INTP) yang memiliki 68.000 karyawan dengan pendapatan tahunan sebesar 11 miliar euro atau Rp 161,3 triliun.

Read More...

Minggu, 28 Desember 2008

Benarkah Jika Investasi High Risk berarti High Return?

high risk high return, business, investment, investasi, resiko, resiko investasiSaya sering membaca, mendengar, melihat banyak para ahli-ahli investasi mengungkapkan istilah High Risk High Return, atau jika berani mengambil resiko tinggi berarti akan mendapat hasil yang tinggi. Apakah benar pedoman itu berlaku dalam berinvestasi? Hemm, sebaiknya para "financial planner" atau tokoh - tokoh, maupun analisis investasi merenungkan kembali ucapan mereka di media-media, di buku-buku, atau melalui televisi.


Menurut saya tingkat resiko yang tinggi atau bahkan sangat tinggi belum tentu menentukan hasil yang tinggi. Besar kecilnya hasil investasi kita itu lebih diutamakan oleh tingkat kecerdasan kita dalam berinvestasi. Ya, semakin cerdas seseorang dalam berinvestasi semakin bisa tinggi pula hasilnya.

Sekarang bisa anda bayangkan, misalnya ada seseorang yang belum pernah sama sekali berinvestasi, tidak pernah belajar investasi, apalagi ikut seminar-seminar investasi, ingin mendapat hasil yang sangat tinggi dari investasinya. Maka ia memilih investasi dengan resiko tertinggi misalnya, apakah dia dipastikan mendapat hasil yang tinggi? Berapa kemungkinan berhasilnya? Hmm, 5%? Bahkan mungkin nol persen!

Yah, kecerdasan lah yang menentukan hasil yang bisa kita dapatkan! itu yang utama, bukan tingkat resiko, ataupun umur kita. Kecerdasan yang dimaksud disini bukanlah kecerdasan intelektual, kecerdasan Sains, Fisika, bukan! Juga tidak ada hubunganya dengan IQ. Kecerdasan dalam berinvestasi itu berarti sabar, disiplin, antusias untuk belajar dan action! Kepintaran macam ini lebih fokus ke karakter dan kepribadian, bukannya otak.

Terdapat bukti bahwa IQ yang tinggi serta pendidikan tinggi tidak cukup untuk membuat seorang investor menjadi pintar. Pada tahun 1998, Long Term Capital Management L.P, sebuah perusahaan hedge fund yang dikelola oleh pasukan ahli matematika, ilmuwan komputer, dan dua ekonom peraih hadiah nobel, kehilangan lebih dari $ 2 miliyar dalam hitungan minggu dalam sebuah pertaruhan besar bahwa pasar obligasi kembali "normal."

Ada juga kisah seorang Sir Isaac Newton, yang pada tahun 1720 memiliki saham South Sea Company, saham yang paling hot di Inggris. Begitu gejolak pasar tidak terkendali, sang fisikawaan besar mengeutu bahwa ia "bisa menghitung pergerakan benda langit, tetapi ia tidak bisa mengalkulasi kegilaan orang."

Newton melepas saham South Seanya dan mengantongi 100% keuntungan sebesar 7000 poundsterling. Namun hanya beberapa bulan kemudian, karena terbawa arus antusiasme pasar yang luar biasa, Newton kembali terjun kepasar ketika harga saham sudah jauh lebih tinggi dan rugi 20.000 poundsterling (lebih dari $ 3 juta dalam uang sekarang). Sampai akhir hidupnya, ia melarang siapa pun untuk menyebut "South Sea" di diekatnya.

Anda pasti tahu, Sir Issac Newton adalah salah satu orang terpintar di Bumi, namun dalam pendekatan kecerdasan investasi tadi, Newton bukanlah seorang yang pintar sebagai investor.

Singkatnya, jika anda gagal berinvestasi, itu buka karena anda bodoh. Itu karena seperti Sir Isaac Newton dan anda belum mengembangkan disiplin emosi yang dibutuhkan untuk melakukan investasi.

=============================================================

" Rahasia Bagaimana Seorang Anak Berusia 21 tahun Meraih
Profit Konsisten di Bursa Saham Hanya Dengan 10 Menit/Minggu "

investor sibuk

Read More...

Kamis, 18 Desember 2008

Download Gratis Buku The Intelligent Investor (Ebook Version) by Benjamin Graham

the intelligent investor, investor, free, download, buffett
Inilah edisi revisi dari buku yang tak lekang oleh waktu. Diterbitkan pertama kali tahun 1949, buku ini justru semakin diakui sebagai kitab suci investasi. Jutaan orang dari seluruh dunia telah membacanya. Puluhan tahun perkembangan pasar pun telah membuktikan keampuhan strategi di buku ini.

Komentar luas dari Jason Zweig membuat karya klasik ini dapat Anda nikmati seiring perubahan sarana investasi dan aktivitas pasar terkini. Zweig menghubungkan prinsip-prinsip Graham dengan berbagai kejadian penting dalam dunia keuangan masa kini. Hasilnya, tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa prinsip-prinsip Graham nyaris selalu terbukti benar.

Graham merintis dan memopulerkan filosofi value investing, yang mengeksploitasi perbedaan antara harga (price) saham dan nilai (value) bisnis di baliknya. Pendekatan ini menggambarkan dengan jelas apa itu investasi dan spekulasi, juga bagaimana mengembangkan strategi jangka panjang dan menghindari kerugian fatal. Berinvestasi lewat saham, obligasi, atau mutual fund? Bagaimana sebaiknya mengatur komposisi portofolio Anda? Apakah kepribadian dan temperamen Anda mengharuskan Anda menjadi investor agresif, atau defensif? Anda bisa menjawab semua pertanyaan ini dengan menyimak saran bijak, panduan analitis, dan kisah-kisah Graham.

Buku ini juga mengungkap segudang data dan fakta dunia investasi/ keuangan sejak awal sejarah pasar saham hingga sekarang. Siapa pun Anda investor, spekulan, analis sekuritas, penasihat keuangan, CEO, manajer, karyawan, bankir, akuntan, dosen, atau mahasiswa teramat sayang bila Anda melewatkan buku legendaris ini!

Buku berharga Rp 159.900,- ini bisa anda dapatkan di toko-toko buku terdekat.
Tetapi bagi anda yang ingin memiliki buku ini versi ebooknya, anda bisa mendownloadnya langsung disini.

==========================================================

"...Temukan Rahasia Meraih Profit Konsisten di Bursa Saham Hanya dengan 10 MENIT Setiap Minggunya, Sekarang Juga!"


investor sibuk

Read More...
Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template