Selasa, 27 April 2010

Investasi Saham di Pasar Modal adalah Judi ?

Pernahkah Anda mendengar orang berkata hal-hal di bawah ini ketika mendengar kata 'investasi', khususnya investasi di pasar modal ?

· Saya kehilangan setengah uang tabungan saya ketika pasar modal mengalami crash,
· Setiap kali saya membeli saham, saham tersebut turun,
· Lebih baik didepositokan saja karena lebih aman,
· Berinvestasi sangat beresiko, Anda dapat kehilangan seluruh modal Anda,
· Membeli saham seperti berjudi,
· Uang yang saya investasikan untuk anak saya sekolah akibat crash di bursa, hilang begitu saja !· Banyak orang bunuh diri karena gagal dalam berinvestasi di saham


Mitos-mitos ini lahir karena Anda selalu didoktrin dengan fakta-fakta dari bank atau ahli keuangan bahwa yang namanya high return pastilah high risk. Untuk memperoleh return yang tinggi, Anda harus menjadi seorang risk taker! Kebanyakan orang tidak suka mengambil resiko, makanya mereka sama sekali tidak mencoba menginvestasikan uangnya di pasar modal, karena takut akan resiko yang begitu besarnya.

Kebanyakan orang menjadi phobia terhadap pasar modal. Mereka percaya bahwa investasi itu terlalu beresiko dan lebih baik menyimpan uang di bank. Mereka lebih baik menerima return 4-5% saja dari deposito dibandingkan meraih puluhan hingga ratusan persen dari pasar modal.

Sayang sekali, karena orang-orang ini melewatkan salah satu dari cara-cara paling dahsyat dalam membangun kekayaan. Dengan tidak berinvestasi, uang anda akan tergerus inflasi.

Satu kabar gembira untuk anda : High return tidak harus high risk ! Apakah benar bahwa berinvestasi di bursa saham terlalu beresiko ? Jawabannya … TERGANTUNG.
Bisa ya, bisa juga tidak ! Mau tahu kenapa demikian ?

Jika Anda ingin mendapatkan jawabannya, Anda bisa download gratis digital report dan audio mp3 karangan teman Saya, Ferdie Darmawan secara GRATIS disini 


investor sibuk

Read More...

Selasa, 20 April 2010

Awal Mula Perjalanan Bisnis Chairul Tanjung

"KOK tiba-tiba Chairul punya usaha sebesar itu? Dia itu orangnya siapa, koneksinya siapa atau memutar duit siapa?” ujar Chairul Tanjung menirukan ucapan orang-orang yang terheran-heran dengan mengorbitnya dia sebagai pengusaha besar. Dan itu terjadi di tengah krisis yang menerpa Indonesia, 1998-1999, ketika banyak konglomeret lama terhempas. “Ada yang bilang saya memutar duit Cendana (mantan Presiden Soeharto). Ada juga yang bilang saya memutar duit Gus Dur (bekas Presiden Abdurrahman Wahid),” tambah Komisaris Utama Para Group itu.

Dilahirkan di Jakarta sebagai anak A.G. Tanjung, wartawan di zaman orde lama yang sempat menerbitkan lima sukar kabar beroplah kecil, Chairul dan keenam saudaranya tadinya hidup berkecukupan. Tiba di zaman Orde Baru, sang ayah dipaksa menutup usaha persnya karena berseberangan secara politik dengan penguasa, hingga membuat hidup mereka dalam kekurangan. Keadaan ini memaksa orangtuanya melego rumah mereka dan berpindah tinggal di kamar losmen yang sempit. Tapi Chairul kecil tak kecil hati. “Saya bercita-cita jadi orang besar,” tekad sang Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional 1984-1985.

Lepas SMA masuk Fakultas Kedokteran Gigi UI (1981), Chairul segera menghadapi kekurangan biaya kuliah. Ia pun mulai berbisnis dari dasar sekali, berjualan buku kuliah stensilan, kaos, dan lainnya di kampusnya. Selanjutnya, ia membuka sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen Raya, Jakarta Pusat -- tapi bangkrut. “Bayangkan, jika sehari ada puluhan teman (mahasiswa) yang makan siang dan makan malamnya saya tanggung,” papar dokter gigi yang urung berpraktik ini.

Setelah menutup tokonya, MBA dari IPPM itu membuka usaha kontraktor. Kurang berhasil, Chairul bekerja di industri baja dan kemudian pindah ke industri rotan. Waktu itulah, ia bersama tiga rekannya membangun PT Pariarti Shindutama. Bermodal awal Rp 150 juta dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor. Keberuntungan berpihak padanya, karena perusahaannya langsung mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Dari sini usahanya merambah ke industri genting, sandal dan properti. Sayang, karena perbedaan visi tentang ekspansi usaha, ia pecah kongsi dengan ketiga rekannya – dan, hingga kini, Chairul memilih berjalan sendiri.

Mengarahkan usahanya ke konglomerasi, Chairul mereposisikan dirinya ke tiga bisnis inti: keuangan, properti, dan multi media. Di bidang keuangan, ia mengambil alih Bank Tugu yang kini bernama Bank Mega -- yang kini telah terangkat dari bank papan bawah ke bank papan atas. Selain memiliki perusahaan sekuritas, ia juga merambahi bisnis asuransi jiwa dan asuransi kerugian. Di sektor sekuritas, lelaki kelahiran Jakarta itu mempunyai perusahaan real estat dan pada 1999 telah meluncurkan Bandung Supermall. Di bisnis multimedia, Chairul mulai meluncurkan Trans TV, di samping akan menangani stasion radio dan media on line atau satelit. Ia bersiap masuk ke dunia media cetak.

Di tengah persaingan yang sengit di sektor televisi, Chairul tampaknya merasa yakin Trans TV-nya akan memanen keberhasilan. Ini karena ia melihat pada belanja iklan nasional yang sudah mencapai Rp 6 triliun setahun – 70% di antaranya akan diambil televisi. “Bagi Para Group, kami tak punya pilihan. Kami harus menjadi yang terbaik, dengan sangat mengedepankan profesionalisme” kata ayah satu anak hasil perkawinannya dengan drg Anita Ratnasari ini.

Chairul mengaku tak tahu jumlah perusahaannya. Yang jelas Para Group mempunyai Para Inti Holdindo sebagai father holding company, yang membawahkan beberapa sub-holding. Yakni Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi) dan Para Inti Propertindo (properti). Di sini dipekerjakan 5.000 orang.

Chairul, melalui konsersium pimpinan Bank Mega, gagal menguasai kepemilikan Bank BCA. Toh ia masih punya sejumlah pekerjaan rumah yang harus ia selesaikan. Yakni menjadikan Trans TV menjadi televisi terbaik di Indonesia dalam masa tiga tahun ini. Menjadikan financial supermarket-nya the best servive provider bidang keuangan. Yang ketiga, menjadikan Bandung Supermall sebagai Central Business District – yang dari 11 hektar lahan totalnya baru terpakai tiga hektar saja. Di atas sisa 5 hektar itu, kata Chairul, “Kami akan membangun hotel, gedung perkantoran, dan sebagainya.”

Jelas Chairul Tanjung pengusaha yang berhasil. Namun ia mengaku tak bernafsu memamerkan kesuksesannya. Meski sudah empat tahun lebih memakai BMW seri 7, ia masih belum ingin membeli mobil baru yang lebih mewah. Ia juga masih tinggal di Komplek Deplu, dekat Bintaro, Tangerang, Jawa Barat.

Read More...

Senin, 19 April 2010

Chairul Tanjung Mengakusisi Carrefour Indonesia Melalui Trans Crop

Setelah sukses mendirikan "DisneyLand" indoor di Makassar, baru-baru ini Chairul Tanjung melakukan gebrakan baru dengan mengakusisi saham carrefour. Berikut berita yang dikutip dari Republika :

Trans Corp, kelompok usaha dari Para Group milik pengusaha Chairul Tanjung, mengakuisisi 40 persem saham PT Carrefour Indonesia sekaligus menjadi pemegang saham terbesar. Nilai akuisisi atas perusahaan ritel terbesar di Indonesia itu lebih dari 300 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,8 triliun.

Menurut Chairul Tanjung, dana akuisisi didapat dari pinjaman konsorsium empat bank asing sebesar 350 juta dolar AS, yaitu Credit Suisse, Citibank, JP Morgan, dan ING Commercial Bank. ‘’Sisa pinjaman akan digunakan untuk menambah modal,’’ kata pengusaha yang baru saja masuk daftar seribu orang terkaya sejagad ini, di Jakarta, Jumat (16/4)

Untuk melunasi pinjaman akuisisi Carrefour ini, Trans Corp akan menggali utang baru dengan menerbitkan obligasi global. Uniknya, penjamin emisinya juga empat bank yang memberi pinjaman dana untuk akuisisi Carrefour.

‘’Telah ada kesepakatan dengan empat underwritter, di antaranya Credit Suisse, Citibank, JP Morgan, dan ING,’’ kata Chairul. Nilai pasti obligasi masih menunggu hasil roadshow empat penjamin emisi ke Singapura, Hong Kong, dan Amerika Serikat. ‘’Minimal 350 juta dolar AS sesuai nilai pembelian 40 persen saham Carrefour,’’ tambah dia.

Dengan penguasaan 40 persen saham, Trans Corp mendapatkan hak atas posisi empat komisaris dan dua direksi. Chairul menjabat presiden komisaris. Dua posisi komisaris Trans Corp diisi mantan kapolri Bimantoro dan mantan ke pala Badan Intelijen Negara AM Hendro priyono. Trans Corp belum menentukan jatah dua direksi dan satu komisaris lagi.

Carrefour Indonesia mengoperasikan 79 gerai, terdiri 63 hypermarket dan 16 supermarket di 22 kota. Pa da 2009 penjualannya mencapai Rp 11,7 tri liun. Namun, saat ini Carrefour mengha dapi kendala terkait pengajuan kasasi Ko misi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kepada Mahkamah Agung (MA) setelah PN Jakarta Selatan membatalkan seluruh putusan KPPU tanggal 3 No vem ber 2009 mengenai monopoli dan per saing an usaha tidak sehat oleh Carrefour.

Dalam keputusannya KPPU mendenda Carrefour Rp 25 miliar dan meminta Carrefour melepas seluruh sahamnya di PT Alfa Retailindo. Carrefour mengakuisisi 75 per sen saham perusahaan ritel yang memiliki jaringan 29 hypermarket Alfa itu pada Januari 2008. Kami akan menghadapi gugatan itu sesuai prosedur formal hukum. Kami akan segera menemui KPPU untuk mencari jalan keluar kata Chairul.

KPPU menyambut baik iktikad Chairul Tanjung. Namun, Direktur Komunikasi KPPU, Ahmad Junaidi, mengatakan, KPPU tetap fokus terhadap upaya kasasi dan menunggu putusan MA walau ada upaya pendekatan dari Chairul Tanjung. KPPU sebagai institusi akan berpegang kepada hukum acara, kata Ahmad. c15/c03, ed: rahmad bh


Read More...

Berinvestasi Saham Melalui Online Trading

Sistem transaksi saham secara online memberikan banyak manfaat bagi investor. Yang pasti, transaksi saham bisa dilakukan oleh investor sendiri secara lebih cepat. Artinya, investor bisa cepat bereaksi jika ada informasi atau peristiwa yang bisa mendatangkan peluang baru atau mengancam portofolio sahamnya.

SETELAH peranti transaksi online saham seperti HOTS dan IPOT terpasang di komputer atau laptop, investor sudah bisa bertransaksi saham secara langsung. Ibaratnya, investor seperti sudah benar-benar berada di lantai Bursa Efek Jakarta (BEJ). Maklum, sistem itu sudah tersambung langsung dengan sistem transaksi Jakarta Automated Trading System (JATS) di BEJ.

Jika ingin menjual atau mem-beli saham, investor tinggal masuk ke menu transaksi (market trading) yang ada di program transaksi online itu.Lalu, dia bisa memasukkan sendiri kode saham yang ingin dibeli atau dijual, jumlah lotnya (1 lot = 500 saham), dan harga pembelian atau harga jualnya.

Selanjutnya, jika order beli atau jual itu sudah menemukan pasangan order yang cocok dari investor lain, transaksi itu akan selesai atau ditutup. Si investor tinggal menyelesaikan transaksi itu tiga hari kemudian (T+3). Namun jika order itu belum bertemu "jodoh", posisi itu akan tetap terbuka (open).Betul, setiap order transaksi itu tetap akan melewati sistem yang dimiliki oleh broker. Tapi, broker tidak akan mengubah apa-apa. Ia hanya memeriksa persyaratan administrasi investor dan mencatat transaksi itu.

Misalnya, ketika seorang nasabah melakukan transaksi pembelian saham, broker akan memeriksa apakah saldo dana yang dimiliki nasabah itu di rekeningnya masih cukup untuk melakukan transaksi itu.Yang pasti, proses ini tak akan memakan waktu terlalu lama. Sebab, semuanya sudah dilakukan oleh sistem komputer broker. Jadi, dengan memakai sistem trading secara online ini, investor bisa melakukan transaksi dengan lebih cepat, paling-paling dalam hitungan detik saja.

Dengan memanfaatkan sistem transaksi online saham milik perusahaan sekuritas, investor juga bisa mengawasi semua transaksi dan informasi yang ada bursa saham saham secara terus-menerus. Namun, investor harus menyediakan biaya ekstra untuk bisa menikmati berbagai kemudahan transaksi saham secara online tadi.

DENGAN memanfaatkan sistem transaksi online saham, investor bisa cepat bereaksi bila ada informasi atau peristiwa yang bisa memberikan peluang baru. Jika ada peristiwa yang mengancam portofolio sahamnya, investor juga bisa cepat bereaksi.

Apalagi, sistem online trading itu biasanya juga menyediakan menu pemantauan pasar atau market monitoring. Artinya, secara langsung (real time), investor bisa mencermati pergerakan semua saham-saham, indeks-indeks, maupun informasi-informasi lain yang ada di BEJ. Dengan kata lain, investor bisa lebih cepat mengakses semua informasi dan peristiwa yang ada di pasar modal.

Namun, tentu saja, semua layanan ekstra ini tidak gratis. Setiap perusahaan sekuritas yang mempunyai sistem online trading biasanya akan memungut biaya dari para nasabahnya. Ambil contoh PT Indo Premier Securities yang memiliki sistem transaksi online IPOT (Indopremier Online Trading).

Untuk setiap transaksi beli saham melalui IPOT, Indo Premier memungut biaya 0,19% dari nilai transaksi beli tersebut. Sementara untuk transaksi jual saham, biayanya 0,29% dari nilai transaksi jual. Biaya transaksi PT eTrading Securities yang memiliki sistem Home & Office Trading System (HOTS) sedikit lebih tinggi. Ia memungut 0,25% untuk transaksi beli dan 0,35% untuk transaksi jual melalui HOTS.

Selain itu, investor juga harus membayar biaya Rp 33.000 per bulan kepada sekuritas untuk penggunaan aplikasi transaksi online itu. Namun, jika pengguna sistem itu terus bertambah banyak dan semakin aktif, biaya bulanan ini bisa saja suatu saat dihapuskan.?

Transaksi saham via telepon maupun melalui sistem transaksi online memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang pasti, transaksi saham secara online lebih cepat. Namun, sebelum bertransaksi melalui sistem ini, sebaiknya investor memahami seluk-beluk bursa saham. Maklum, ia benar-benar akan mengontrol transaksinya sendiri.

METODE transaksi saham dengan cara lama, yakni dengan mengandalkan telepon, memang tetap nyaman buat sebagian investor. Para investor baru, misalnya, belum terlalu percaya diri untuk membuat keputusan jual-beli saham sendiri.

Nah, dengan menggunakan telepon, ia masih bisa berkonsultasi langsung dengan perusahaan broker. Namun, sekali lagi, cara ini memiliki cukup banyak risiko. Yang pasti, proses transaksi saham bisa menjadi lebih lambat. Apalagi kalau investor harus antre untuk bisa tersambung dengan telepon broker.Selain itu, kadang-kadang broker juga salah menangkap kode saham, jumlah saham, maupun harga jual atau beli yang diinginkan investor. Kesalahan seperti ini tentu bisa berakibat fatal.

Nah, dengan menggunakan sistem transaksi saham online, investor bisa langsung memasukkan sendiri kode saham, harga saham, dan jumlah saham itu. Jadi, ia bisa mengontrol transaksinya secara langsung. Walaupun, kasus salah ketik angka nol atau kode saham masih saja bisa terjadi.

Kelebihan yang paling menonjol, proses transaksi saham secara online ini bisa jauh lebih cepat dibandingkan dengan melalu telepon.Namun, untuk bisa bertran-saksi dengan sistem online ini si investor sebaiknya telah benar-benar menguasai seluk beluk bursa saham. Karenanya, menurut sebagian pengamat, sistem cocok untuk investor saham yang sudah lumayan canggih pengetahuannya.Adapun investor yang masih gres bisa mencoba transaksi via telepon dahulu sambil belajar. Kalau sudah jago, baru lewat sistem online.

-Kontan-

Read More...

Rabu, 08 April 2009

Harga Emas Diprediksi Naik Menjadi US$ 2000 di tahun 2010 - 2011

Sepanjang sejarah, logam mulia kerap kali diburu orang. Semula sebagai alat perhiasan semata, namun puluhan tahun ini emas sudah menjadi salah satu instrumen investasi yang menguntungkan.

Nah di tahun ini saja, harga emas masih lumayan bagus, di kisaran 900-an USD per troy ons, kalau pun turun itu hanya terkonsolidasi sebentar. Apalagi memang, di saat perekonomian sedang megap-megap, emas malah semakin kinclong. Menurut Nico Omer Jonckheere, puncak harga emas bakal terjadi di tahun 2010 hingga 2011. Di tahun-tahun itu kilaunya bisa menembus angka USD 2.000 per troy ons. Wow, sebuah rekor yang begitu fantastik.

Di tengah harga-harga saham yang masih berguguran, sudah saatnya para investor beralih ke instrumen lain sebagai alternatif investasinya, di antaranya emas. Namun terlebih dahulu perlu diteliti sedalam mungkin faktor-faktor lainnya, seperti dari sisi penguatan mata uang rupiah, kondisi pemulihan krisis, tingkat risiko seperti apa yang akan ditanggung jika mau berinvestasi di emas, dan timing yang pas untuk membeli emas. Karena, menurut pakar investasi emas yang akrab di sapa Nico OJ ini, kalau mau berinvestasi di emas tunggu hingga nilai rupiahnya menguat, paling tidak sampai mendekai Rp 10.000 per USD. Nico OJ yang juga Vice President Research & Analysis Valbury ini, memprediksi rupiah akan menguat di waktu-waktu pemilu usai.
“Jadi dalam tiga bulan terkahir seharusnya rupiah menguat, ya bisa 1.000-1.500 perak tergantung posisi rupiahnya. Itu saatnya beli emas, karena akan ‘murah’. Sebab menurut saya, harga emas akan cenderung terkonsolidasi tidak jauh di angka yang sekarang (kisaran 900-an),” saran Nico memberi strategi.

Bahkan dari perkembangan saat ini, di mana –salah satunya– peredaran mata uang dollar AS begitu gencar, maka di tahun 2010, dunia akan terkena depresi yang sangat dalam, bukan hanya sebuah krisis. Oleh karena itu, kata dia, emas akan menjadi investasi satu-satunya yang menjanjikan. Karena nanti saham-saham di dunia akan kembali anjlok, Dow Jones saja dia perkirakan longsor ke angka 3.800, harga-harga perumahan pun terus turun sampai tahun 2014, komoditas lainnya juga akan terjerembab, akibat depresi yang sangat dalam. “Jadi tidak ada investasi yang relevan selain emas,” tandasnya.

Tentu saja, dalam menghadapi depresi otomatis likuiditasnya akan turun, dan masing-masing negara bakal sibuk menyelesaikan masalahnya yang cukup dahsyat, termasuk Indonesia. “Makanya, ke depan pertanyaannya, pertama, adakah dana untuk melakukan ekspansi perekonomian? Kedua, komoditas seperti CPO, karet, batu bara, dan lainnya, akan anjlok setelah mengalami kenaikan. Sekarang ini saya pikir akhir tahun ini dan sampai tahun depan komoditas akan naik cukup dashyat, cuma nanti ketika benar-benar masuk depresai kembali turun, khususnya di semester dua 2010. Jadi kondisi seperti itu ada siklus komoditasnya, bergulir sekitar 30 tahun. Emas terakhir mencapai titik tertingginya tahun 1980, sekitar 850. Kemudian di tahun 2010. Sebelumnya, sudah terjadi di tahun 1920 dan 1950,” papar dia.

Namun ia pun mengakui, booming emas yang akan terjadi di akhir tahun ini, kuncinya, apakah angka 1.130 di tahun lalu bisa terlampaui atau tidak. Jika bisa terlampaui target berikutnya adalah tembus ke level 1.250. Awal tahun ini baru sampai angka 1.005, itu pun kemudian turun lagi. Kejadian di awal tahun itu, ada kenaikan dari 681 sampai 1.005, jadi naik sekitar 45 persen. Ya, kalau ada koreksi ke bawah, kata Nico, masih wajar-wajar saja.

Tergantung Demand dari Market
Karena harga yang masih relatif tinggi, bahkan bakal bisa terus meninggi, demand akan emas sendiri mengalami penurunan. Selain soal harga, konsumen emas memperhitungkan mata uangnya yang cenderung melemah di beberapa negara seperti di Asia. Sementara kita tahu permintaan akan emas itu paling besar di Asia dan Timur Tengah. Karena mata uang mereka melemah terhadap dollar AS otomatis emas menjadi jauh lebih mahal. Ini jelas faktor yang sangat diperhatikan. “Karena logikanya seperti ini, misal di Indonesia, 1 troy ons itu sebesar 31,1 gram. Jika harganya USD 980 per troy ons, kita mesti mengkali 31,1 gram dengan pertukaran rupiah terhadap dollar AS, misal 11.500. Bila makin melemah mata uangnya otomatis makin mahal emasnya,” jelas dia.

Tapi memang yang mentukan naik-turunnya emas itu tetap dipengaruhi factor supply-demand. Selama ini ada tiga permintaan besar, permintaan dari retail terutama perhiasan, dari industri, dari adanya investment demand. Untuk menghitung sisi investment demand ini, dapat dilihat dari gold exchange-traded fund (ETFs). Pada tahun 2008, permintaan akan emas lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Para investor, khsusnya, di AS, Eropa dan Inggris mengalirkan banyak uang dalam gold ETFs yang merupakan salah satu cara yang popular akhir-akhir ini untuk memperolah exposure terhadap emas. Jumlah emas yang dimiliki oleh semua gold ETFs di dunia pada pertengahan Januari lalu melebihi 40 juta ounce untuk pertama kalinya.

“Nah demand-nya dari tahun ke depan, terutama dari tahun 2002 itu naik terus, karena orang memperkirakan bahwa emas itu menjadi lahan investasi yang sangat bagus ke depannya,” jelasnya.

Tunggu Timing-nya
Cuma pria berkebangsaan Belgia ini mengingatkan, melihat kondisi saat ini para investor perlu menahan diri, tunggu sampai saat yang tepat yakni di kuartal terkahir tahun ini. Memang, belakangan ini emas terkoreksi kembali dan bahkan ditutup di bawah USD 900 per troy ons pada 3 April 2009 lalu. Permintaan emas menurun menyusul sentimen di pasar modal global yang membaik secara signifikan. Akibatnya, banyak investor yang memutuskan untuk memindahkan sebagin dananya dari pasar emas ke aset yang lebih berisiko.

Selain itu, kata dia yang perlu dicermati adalah, rencana IMF untuk menjual emas sebanyak 403 ton atas seruan dari negara G20. Jelas ini menekan harga emas dalam dua pekan terakhir. IMF ingin dari dana penjualan itu bisa membantu negara-negara termiskin di bumi akibat krisis ini, meski keputusan tersebut masih menunggu persetujuan Kongres AS. Tapi, seandainya disetujui, dengan jumlah emas sebanyak itu pasti akan mudah diserap pasar, pasalnya banyak bank central berminat untuk menambah emas sebagai cadangan mereka.

“Makanya, bagi saya, faktor yang paling penting adalah dari sisi waktu. Saat ini bukan waktu yang tepat untuk beli emas. Rasanya dari bulan April hingga Agustus tahun ini harga emas akan terkonsolidasi dan tidak terlalu menggiurkan dari sisi keuntungan. Oleh karena itu, sebaiknya investor menahan diri untuk sementara waktu dan fokus pada kuartal terakhir atau musim gugur yang biasanya waktu itu banyak orang membeli emas untuk merayakan berbagai hari besar,” saran dia.

Saat dikonfirmasi, jika harus berinvestasi di emas, Nico menyebutkan semuanya tergantung pada tingkat risiko yang mau diambil. Bila mau di koin atau batangan, mestinya harus mempunyai safety deposit box yang aman dan terregistrasi. “Karena, kalau safety deposit box itu tidak diasuransi atau register, jika hilang akan susah. Cuma, kalau mau main di pasar berjangka, ya memang high risk high return. Risikonya tingi, retrun-nya juga cukup tinggi. Semuanya tergantung mau memilih risiko di mana?” pungkasnya.



Cara Cerdas Investasi Emas

Read More...
Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template